balon

Rabu, 02 Desember 2009


Gelombang laut terus pasang
Menelan buih-buih kenangan
Menghantam karang-karang kesetiaan
Melumat butiran pasir kejujuran

Aku hanya diam
Terluka dalam Hanya bisa diam
Karena aku terluka
Aku ingin pergi
Aku ingin ke suatu tempat
Aku ingin kemana
ku hanya ingin pergi
Manata hati Merapikan kepingan yang berserakan

Memunguti yang tersisa
Memintal kembali yang telah terurai
Ah...tapi untuk apa???
Untuk siapa???
Sudahlah...
Biar kunikmati sendiri luka ini Indah...
Meski menyakitkan
Tolong sampaikan pada kerinduan
Aku masih selalu merindukannya
Akan selalu merindukannya...


Selamanya...

Minggu, 29 November 2009


Seorang pejalan adalah

yang mentaati perintah Allah dan Rasulnya
dan belajar mencontoh pribadi sang amanah

yang selalu membersihkan rumahnya
dari berhala zaman sekarang

yang belajar mempersiapkan kematiannya
dan keluar dari kampung halamannya

yang meletakan kitab didada bukan di kepalanya
sehingga Tuhan Al Haq berkenan disembah

yang mengerjakan apa yang turun kedalam Qolbnya
tanpa banyak pertanyaan apalagi berkeluh kesah

dan ia akan tersenyum saat itu
karena Tuhan …
telah berkenan …
menurunkan Amr ..

Jumat, 27 November 2009


Bilakah kerinduan yang merasuk
menjalar laksana virus yang mematikan setiap keresahan
Menumbuhkan titik titik cinta yang terbenam sejak lama
Tumbuh menerawang cahaya
Melihatmu,manatapmu,menjamah gulir air cinta
Yang bersemayam indah di antara 2 jiwa
Aku berdiri disini menatap derasnya alir cinta yang tercipta
Merangkai keindahan di antara pikir di balik gundah
Hey… bidadari yang tengah menerawang jauh
Mamandang waktu yang berpijak kata LOVE
Mancoba memeluk erat setiap bayangan
Akulah yang berdiri memandangmu jua
Berharap engkau melihatku berdiri tegak
Menopang ribuan cinta yang ku rangkai
Hanya untukmu
Semoga…itu untukmu…
sampai entah Tanganku kuat menopang nya…
Ataukah kau akan berdiri di sampingku mengangkat tinggi
Bersama rangkaian je suis tombe amoureux de toi
Sampai kita tak mampu lagi membuka mata

KEKASIH



Kekasih…
Laksana cermin dalam resonansi jiwa
Yang menggetarkan palung hati hingga keraga
Dan menghantarkan kehangatan bara
dari bekunya hati sang kelana

kekasih…
kesetiaan agung pada dera kerinduan
laksana pantai menanti ombak dalam pelukan
yang teredam pada dalamnya kebisuan

kekasih…
seperti bunga yang menjaga tingginya kuncup
pucuk-pucuk kasihmu tak juga meredup
mencumbui lautan sukma yang kuyup
dalam serenade desiran angin sayup

kekasih…
karang-karang kesabaran yang tumbuh di lubuk kalbu
meleburkan kebimbangan sang peragu
saat luka kuburkan semburat hasrat perindu
dari kelam kelabu cerita lalu

kekasih…
butiran hujan yang jatuh selayak mutiara
terbungkus rapi dalam kado asa
untuk kau buka jika saatnya tiba
andai mampu kusibak jendela masa

kekasih…
sanjung puji dalam serambi janji
terucap lugas pada paras sejati
demi ikrar atas cinta suci
rekatkan dua hati yang terpatri

Jumat, 20 November 2009


Kemarin aku sendirian di dunia ini
dan kesendirianku...
sebengis kematian...
Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara...,
di dalam pikiran malam.

Hari ini...
aku menjelma menjadi sebuah nyanyian
menyenangkan di atas lidah hari.
Dan, ini berlangsung dalam semenit
dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang,
sepatah kata,
sebuah desakan

MELATI



Cinta Sejati
Kau pernah melihat bunga melati yang tumbuh di pinggir jalan?
Jika kau perhatikan bunga melati itu ada noda dan bercak hitam di mahkotanya.
Itu lah cinta...
Cinta tak tak selalu mulus putih
Cinta penuh dengan noda..
Cinta penuh dengan cobaan..
Cinta penuh dengan pengorbanan...
Dan cinta penuh dengan tantangan...
yang jika kita mampu melewatinya bersama
itulah kesejatian cinta

Minggu, 25 Oktober 2009

Sapaan Cinta


Ketika cinta kembali menyapa
Ku terjatuh tiada daya
Lisanku tak mampu bicara
Pandanganku tak mampu menyapa

Kini cinta itu kembali bersemi
Menghiasi hati yang pernah tersakiti
Menerangi mata yang telah buta
Menyapa jiwa yang pernah terluka

Kini cinta itu kembali tumbuh
Mengangkat tubuhku yang rapuh
Menghibur mata yang menangis
Menghibur jiwa yang terkikis

Kini cinta itu kembali datang
Menenangkan pikirang yang bimbang
Menyapa hati yang sedih
Menyapa jiwa yang merintih


Pancaran mentari tlah menyentuh
Membangkitkan jiwaku yang luluh
Tuk menggapai cinta nan luhur
Cinta yang disertai syukur

Ku tak ingin hidup terhina
Di atas cinta berselimut hawa
Ku ingin cinta nan mulia
Di atas ketundukan pada Sang Pencipta

Ku tak ingin cintaku ternoda
Ternoda oleh balutan hawa
Terkotori oleh nafsu dunia

Bak mayat yang berjalan
Bergerak, tapi tak punya tujuan
Terkekang tali-tali setan

Semoga,
Sayap patahku
cukup menghangatkan pangeran hati
Yang melambungkan bahagiaku,
meneduhkan di saat diri telah merapuh
Kini kumengerti arti penantian
memahami makna gelombang sebelum daratan
saat ksatria kejora memanah mendung di angkasa
derai tawaku menjadi bintang di langit terang
binar mataku cahaya di jiwanya
dia labuhan hatiku

Sabtu, 24 Oktober 2009

Syukurku

SYUKURKU
http://images.ni2s.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R6LSAwoKCj0AAFj3Kbo1/9.jpg?et=pi%2CVeniF6cngiWEWlad4rw&nmid=
Setiap kedip mataku Ya Allah,
Aku bersyukur atas nikmat ini.
Banyak orang melihat, tetapi buta.

Setiap tarikan napasku Ya Allah,
Aku bersyukur atas nikmat ini.
Banyak orang mencium, tetapi tidak mampu membau.

Setiap suara yang kudengar Ya Allah,
Aku bersyukur atas nikmat ini.
Banyak orang mendengar, tetapi tuli.

Setiap desir angin yang kurasa Ya Allah,
Aku bersyukur atas nikmat ini.
Banyak orang merasa, tetapi kebal.

Setiap degub dan detak jantungku Ya Allah,
Aku bersyukur atas nikmat ini.
Banyak orang hidup, tetapi mati.

Akhirnya Ya Allah,
Jangan Kau cabut rasa syukurku ini dari hatiku,
Yang dapat membuatku buta, bebal, tuli dan mati.

Minggu, 18 Oktober 2009

AWAL PUISI

Dengan puisi aku bernyanyi sampai senja umurku nanti

Dengan puisi aku bercinta berbatas cakrawala

Dengan puisi aku mengenang keabadian yang akan datang

Dengan puisi aku menangis jarum waktu bila kejar mengiri

Dengan puisi aku memutih nafas jalan yang busuk

Dengan puisi aku berdoa perkenankanlah kiranya